Ikatan kimia adalah gaya yang menahan atom dalam molekul.
Kaidah octet merupakan teori dasar ikatan kimia, stabil pada 8 elektron pada kulit terluar (gas mulia).
Ikatan kimia terbagi menjadi :
a. Ikatan Atom :
1. Ikatan Ion (heteropolar)
2. Ikatan kovalen (homopolar)
3. Ikatan kovalen koordinasi (semipolar)
4. Ikatan logam
b. Ikatan molekul :
1. Ikatan hydrogen
2. Ikatan van der waals
Ion terbentuk apabila 1 elektron atau lebih dialihkan dari kulit valensi atom ke 1 kulit valensi yang lain.
Sifat-sifat ikatan ion :
- Bersifat polar sehingga larut dalam pelarut polar
- Memiliki titik leleh yang tinggi
- Baik larutan maupun lelehannya bersifat elektrolit
Ikatan kovalen -> penggunaan bersama 2 elektron atau lebih. Atom-atom yang membentuk ikatan saling menyumbangkan electron untuk dipakai bersama-sama membentuk suatu ikatan.
Ikatan kovalen dibagi :
1. Ikatan kovalen polar : atom-atom pembentuknya mempunyai gaya tarik yang tidak sama terhadap electron pasangan persekutuannya. Akibatnya terjadi pemisahan kutub positif dan negative.
2. Ikatan kovalen nonpolar : titik muatan negative electron persekutuan berimpit karena beda keelektronegatifannya yang kecil atau tidak ada.
Ikatan kovalen koordinasi -> terjadi pasangan electron bersama yang dipakai kedua atom disumbangkan oleh salah 1 atom saja. Atom yang lain hanya berfungsi sebagai penerima electron berpasangan saja.
Syarat Ikatan kovalen koordinasi :
- Salah 1 atom memiliki pasangan electron bebas
- Atom yang lainnya memiliki orbital kosong
Ikatan logam -> electron bergerak bebas maka sifat logam mudah menghantarkan listrik.
Ikatan hydrogen -> Terjadi pada ikatan antara atom H dengan atom N, O, dan F yang memiliki pasangan atom bebas. Semakin besar keelektronegatifannya maka titik didihnya semakin besar. Kecuali pada H2O yang memiliki titik didih paling besar.
Ikatan Van der Waals -> merujuk pada gaya-gaya yang timbul dari polarisasi molekul menjadi dipol seketika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar